Latest Entries »

Senin, 02 April 2012

PDI-P Curiga Sikap Ngotot Demokrat

JAKARTA — Sikap Partai Demokrat yang ngotot mendukung kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubdisi dinilai tidak murni lantaran kondisi anggaran negara menyusul meningkatnya harga minyak dunia.
Hendrawan Supratikno, politisi dari Fraksi PDI Perjuangan, mengatakan, pihaknya mencurigai lima kepentingan Partai Demokrat mengusulkan kenaikan harga BBM sebesar Rp 1.500 per liter. Pertama, kenaikan harga BBM akan menutupi atau sebagai pengalihan isu dugaan korupsi yang menyandera kader-kader Partai Demokrat.
Kepentingan kedua, lanjut Hendrawan, untuk menguji soliditas partai koalisi pemerintah di saat situasi sulit. Ketiga, kompensasi jika harga BBM naik berupa uang tunai untuk rakyat miskin akan dimanipulasi Partai Demokrat demi mencegah kemerosotan elektoral seperti ditunjukkan berbagai hasil survei belakangan ini.
Kepentingan keempat, tambah anggota Komisi VI itu, kenaikan harga BBM akan mengurangi tekanan internasional yang menghendaki liberalisasi pasar migas Indonesia.
Kepentingan kelima, kenaikan harga BBM dan BLSM (bantuan langsung sementara masyarakat) akan berpotensi mengulangi skenario sukses 2009 lalu. "Akan ada penurunan harga BBM jelang Pemilu dan Pilpres 2014," kata Hendrawan di ruang F-PDIP di Kompleks DPR, Jakarta, Kamis (29/3/2012).
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie membantah penilaian tersebut. Menurut dia, situasi harga minyak dunia akan mengancam belanja negara di mana di dalamnya terdapat dana untuk program prorakyat.
"Kalau minyak naik terus belanja negara akan terus dikurangi. Banyak yang beli BBM bersubsidi itu yang punya mobil, punya motor. Jangan lah kita bodohi rakyat seolah yang prokenaikan harga BBM tidak prorakyat. Kasihan rakyat sudah susah, dibodohi lagi," kata Marzuki.
Ketua DPR itu juga membantah bahwa BLSM nantinya untuk kepentingan Demokrat menghadapi Pemilu 2014. "Pemilu 2014 masih jauh. Dampak kenaikan pasti memukul rakyat yang sudah sulit. Masak membantu rakyat ditolak," pungkas dia.

0 komentar:

Posting Komentar