Latest Entries »

Minggu, 08 Juli 2012

Soal Anggaran Alquran

Kemenag Bantah Beri "Jatah" ke DPR


JAKARTA - Sekjen Kementerian Agama, Bahrul Hayat menjelaskan bahwa anggaran pengadaan Alquran memang mengalami kenaikan setiap tahunnya.

Namun yang menjadi aneh adalah, pengajuan kenaikan anggaran pengadaan Alquran tersebut dilakukan dalam pembahasan APBN P 2012, bukan saat pembahasan APBN.

"Itu kebetulan aja. Jadi kebutuhan terhadap akses kitab suci dari tahun ke tahun memang kita bersepakat untuk dinaikan. Anggaran kemenag itu selalu turun prosentasenya terhadap APBN. Kalau kebutuhannya riil kenapa?" kata Bahrul kepada wartawan di DPR, Jakarta, Senin (9/7/2012).

Dia menambahkan bahwa siapa saja bisa menjadi sasaran distribusi Alquran di Kementerian Agama. Namun dia membantah telah memberikan jatah untuk anggota DPR terkait hal tersebut.

"Siapa aja, akan kita salurkan. Kita juga menyediakan distribusi-distribusi. Kalau di pusat ya siapa saja. Kita tidak pernah jatah-jatahan. DPR itu kan bagian dari warga negara yang kebetulan punya warga masyarakat untuk dibagikan," paparnya.

Terkait kemungkinan adanya keterlibatan pihak di dalam Kemenag dalam kasus korupsi pengadaan Alquran tersebut, lebih lanjut Bahrul mengatakan bahwa pihaknya hanya dapat melakukan pemeriksaan mengenai mekanisme prosedural di internalnya.

"Kalau yang namanya pemeriksaan internal kan biasa, seperti pendalaman prosedur, atau ada hal-hal yang dirasa kurang tepat, kan tetep dilihat. Tapi tim dari kemenag hanya bisa melihat dari aspek prosedural," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Bahrul juga membantah jika Alquran tersebut memiliki harga satu juta per buahnya. "Di kemenag saya diberi laporan 2011 itu 31.500 per buah," tutup Bahrul.

KIAMAT INTERNET

Koneksi 245.000 PC akan dimatikan 

JAKARTA: Lebih dari seperempat juta komputer akan beresiko kehilangan akses internet pada 9 Juli 2012, karena serangan malware bernama Alureon. Malware ini sering dijuluki malware DNS Changer, beberapa blog menjulukinya sebagai  malware ‘internet doomsday’ atau kiamat internet.

Julukan kiamat internet bagi malware Alureon ini berawal dari resiko pemadaman dan pemutusan koneksi internet secara masal, sehingga banyak blog yang menjulukinya sebagai malware kiamat internet.

DNS Changer sendiri adalah virus yang dijalankan oleh lingkaran kejahatan asal Estonia yang telah di tutup oleh FBI pada bulan November tahun lalu. Konon, DNS Changer sudah menginfeksi sekitar 500.000 komputer dan Mac.

Virus ini pertama kali digunakan pada 2007 dan masuk ke dalam komputer tanpa sepengetahuan pengguna kemudian mengklik iklan yang tidak sah. Efek lain yang ditimbulkan virus ini adalah melambatnya koneksi internet dan menonaktifkan program antivirus.

Menurut FBI, virus ini dirancang untuk mengarahkan lalulintas internet melalui server DNS (Domain Name System) yang dikontrol oleh penjahat.

Seperti yang dikutip dari Reuters dan Telegraph, pada minggu ini malware atau virus DNS Changer telah terdeteksi menginfeksi sekitar 245.000 komputer dan 45.355 diantaranya berada di Amerika Serikat.

Amerika Serikat telah menuduh 7 orang yang mendalangi serangan virus kiamat internet di seluruh dunia, 6 orang berasal dari Estonia sedangkan yang ke tujuh tinggal di Rusia dan saat ini masih buron.

Sampai saat ini sudah 2 orang tersangka asal Estonia telah diekstradisi ke New York untuk menjalani proses peradilan di pengadilan federal Manhattan.

Pemerintah AS memutuskan untuk mengambil alih server DNS milik penjahat dan menutupnya. Server ditutup pada hari Senin, 9 Juli 2012 dan saat server ditutup maka lebih dari 250.000 komputer yang terinfeksi tidak akan dapat terkoneksi dengan Internet.