Latest Entries »

Jumat, 04 Februari 2011

Koin Untuk Presidenku

Gerakan sindiran atas pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai gajinya yang tidak pernah naik selama tujuh tahun terus bergulir. Lihat saja di Gedung DPR-MPR Senayan, Jakarta, Selasa (25/1) kemarin. Entah siapa yang menggagas, kotak kaca plastik bertuliskan "Koin untuk Presiden" diletakkan di kursi depan ruang rapat Komisi III. Kotak ini sudah terisi ratusan koin pecahan 500-an rupiah sebelum akhirnya raib.

Bukan hanya di DPR, di dunia maya pun muncul karikatur yang mengajak pembacanya membantu menambah gaji Presiden dengan menyisihkan koin. Ada yang isinya positif, ada juga yang negatif. Situs jejaring sosial juga banyak memuat komentar masyarakat terkait isu ini. Tak mudah memang jadi pemimpin, apalagi memimpin sebuah bangsa. Perilaku, ucapan, bahkan keluhan harus dipikir masak-masak sebelum terucap.

Pemeriksaan Gayus Terkait Modus Manipulasi Pajak

Tersangka kasus mafia pajak Gayus HP Tambunan mengaku, pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) terfokus pada modus manipulasi pajak yang dilakukan di intitusi pajak. "Intinya tadi ditanyain KPK, tentang bagaimana modus-modus di Pajak? Kira-kira siapa petugas pajak? Perannya apa? Tentang keberatan, tentang banding, pokoknya yang saya ketahui tentang pajak," kata Gayus begitu keluar dari Gedung KPK, Jakarta, Jumat (4/2).

Gayus diperiksa sejak pukul 10.10 WIB dan baru keluar pada pukul 16.10 WIB. Dia tampak santai, meski tak terlihat ceria. Gayus mengaku, perbuatan itu tidak saja dilakukan oleh dirinya, tapi juga pejabat tingkat tinggi hingga rendah. "Dari kelas teri, kakap, paus, semuanya saya ceritain," ungkap Gayus.

Gayus berharap KPK menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas dirinya. "Tinggal KPK saja, mau gak menindaklanjuti ini," ujar Gayus.(ULF)